Sunday, October 16, 2011

MINUMAN COKLAT


Menghadapi musim hujan yang mulai datang, nggak ada salahnya mulai membuka – buka kembali resep minuman yang bisa menghangatkan badan. Minuman coklat hangat adalah pilihan utama.
Berikut ini adalah minuman favorit yang sangat nikmat bila dihidangkan saat udara dingin.
Coklatnya memberi perasaan senang. Krimnya menenangkan. Sedangkan tambahan rempahnya membuat badan menjadi hangat dan Insya Allah lebih bugar. Tambahan buah akan menambah serat dan rasa kenyang. Boleh juga dicampur kopi untuk teman bergadang… Boleh dicoba….



COKLAT PANAS BEREMPAH
Bahan :
-       600 ml susu cair tanpa rasa
-       20 gram coklat bubuk
-       30 gram dark cooking chocholate
-       4 gram gula pasir
-       3 cm jahe, kupas, bakar, memarkan
-       1 batang kayu manis
-       6 butir cengkeh
-       ½ sdk teh adas manis
-       ½ sdk teh maizena, cairkan dg 2 sdm iar
-       20 gram coklat meisis
-       whipped cream

Cara mmbuatnya :
-       campur coklat bubuk, coklat masak, gula pasir dan susu cair. Masak di atas api sedang sambil diaduk
-       masukkan jahe, kayu manis, cengkih, adas manis. Masak sampai mendidih
-       masukkan cairan maizena, aduk sampai agak sedikit mengental. Angkat lalu saring
-       sajikan coklat panas dengan diberi float dengan whipped cream dan taburi coklat meises
-       untuk 3 porsi



HOT MILK CHOCHOLATE WITH FLOAT

Bahan :
-       100 ml susu cair tanpa rasa
-       1 sdm gula pasir
-       50 gram dark cooking chocholate
-       100 ml air mendidih
-       whipped cream
-       permen coklat

Cara membuat :
-       masak susu, gula pasir, coklat masak dan air sampai mendidih
-       setelah mendidih dan agak mengental, angkat
-       tuang dalam gelas, sajikan dengan whipped cream dan hiasan permen coklat
-       untuk 1 porsi



HOT WHITE CHOCO FRUITS

Bahan :
-       200 ml susu cair tanpa rasa
-       50 gram white cooking chocolate, potong- potong
-       1 batang kayu manis
-       2 sdm buah kalengan
-       2 sdm krim kental
-       1 sdm gula pasir
-       whipped cream
-       buah kalengan untuk hiasan

Cara membuat :
-       campur susu, coklat putih, krim kental dan gula pasir. Masak hingga mendidih. Jika sudah mendidih, matikan api
-       masukkan buah kalengan dan aduk rata
-       tuang dalam gelas, sajikan dengan whipped cream dan taburi buah kalengan
-       untuk 1 porsi



CHOCOLATE COFFEE FLOAT
Bahan :
-       400 ml air
-       25 ml susu kental manis
-       3 sdt kopi instan
-       1 sdm gula pasir
-       5 cm jahe, bakar, kupas, memarkan
-       whipped cream
-       50 gram dark cooking chocolate, tim sampai lumer

Cara membuat :
-       rebus air bersama gula pasir sampai mendidih
-       matikan api, masukkan susu kental manis dan kopi, aduk rata
-       tuang dalam gelas. Sajikan dengan whipped cream dan taburan coklat leleh
-       untuk 2 porsi

Thursday, May 26, 2011

MEMBANTU ANAK MENGELOLA UANG


          Seorang anak tidak otomatis mengetahui bahwa menabung itu bermanfaat dan uang perlu dikelola dengan benar. Anak akan mengetahuinya dari pengalaman dan pembelajaran. Anak juga tidak otomatis mengenal nilai uang. Anak akan mengamati bahwa uang akan diserahkan sebagai penukar untuk biskuit, permen dan barang lainnya. Untuk itu, memperkenalkan nilai uang dan mengajarkan cara mengelolanya sangatlah penting. Keluarga, khususnya orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini.

Thursday, May 19, 2011

ANAK SULIT MAKAN?

Hal paling sering dikeluhkan oleh orang tua yang memiliki anak balita adalah bahwa anaknya sulit makan. Bila sudah begitu, orang tua biasanya panik mencari beraneka multivitamin atau suplemen yang dipercaya dapat meningkatkan selera makan anak. Tapi alih-alih anak makannya jadi lahap, anak malah kelebihan vitamin yang justru malah tidak baik bagi tubuhnya.

GIGI KITA DAN PERAWATANNYA

        Gigi adalah bagian yang keras yang tampak di rongga mulut pada kebanyakan binatang bertulang belakang (vertebra). Gigi merupakan organ pencernaan yang penting, sehingga perlu dirawat.

Sunday, May 8, 2011

IJINKAN AKU MENDEKAT PADAMU


Dalam setiap kegelapan pikirku, ENGKAU adalah cahaya
Walaupun kadang samar, namun aku yakin ENGKAU pasti
Akan selalu hadir di sini, mendekap diriku dalam cinta
Nyalakan pelita,terangi jalan yang KAU pilihkan untuk kulewati

NASI KREKEL/LEYE


   
Gambar 1. Nasi leye/krekel  
 
Gambar 2. Nasi leye dan pelengkapnya
Sore – sore sehabis shalat ashar, pintu garasi diketuk. Hujan gerimis membuatku agak enggan beringsut dari kamar. Tapi ucapan salam segera membuatku beranjak dan ke garasi untuk membukakan pintu. Ternyata yang momong anakku datang bersama kakaknya untuk mengantar nasi krekel/leye. Dia sedang pamit libur beberapa hari karena uwaknya mantu. Beberapa waktu lalu aku memang pernah rasan – rasan ingin makan nasi krekel.

ONDHOL DAN GEJOS


Apalagi ini? Tentu saja masih seputar makanan yang selama ini aku jumpai hanya di Banjarnegara. Kedua makanan ini hampir mirip. Baik ondhol maupun gejos, keduanya dibuat dari ketela pohon alias singkong alias budin (bahasa setempat). Dan satu persamaan lainnya adalah keduanya sama-sama enak!
Kita bicara tentang ondhol dulu. Seperti yang sudah disebutkan di atas, ondhol dibuat dari singkong. Cara membuatnya, pertama-tama singkong diparut. Agar ondhol yang dibuat bisa renyah, bahan dicampur dengan tepung tapioka. Kemudian dibumbui garam, bawang putih dan ketumbar. Pada beberapa pembuatan, sering dicampur dengan irisan halus daun kucai. Setelah tercampur rata, dibuat bulatan-bulatan (ondhol-ondhol) sebesar kelereng ukuran standar. Langkah selanjutnya digoreng hingga kekuningan. Ondhol enak dimakan hangat.
Di pasar, ondhol dijual dalam bentuk sudah matang, siap dimakan. Dijual dengan menyebut berapa harga yang diinginkan. Biasanya mulai Rp 250,00 (dua ratus limapuluh rupiah) tiap plastiknya. Ada juga yang dijual dengan ditusuk menggunakan tusuk sate. Tiap tusuknya berisi lima sampai sepuluh biji, harganyaRp 100,00 - Rp 200,00 (seratus hingga dua ratus rupiah).
Umumnya ondhol dimakan begitu saja. Paling dicocol dengan saos atau buat teman makan pecel. Tapi, oleh seorang teman di Puskesmas, saya pernah dibawakan masakan ondhol tumis cabai hijau. Penasaran?
Ini dia resepnya. Ondhol secukupnya, diiris tipis-tipis, cabai hijau dipotong serong, bawang merah, bawang putih diiris tipis. Bumbu pelengkap ada salam, laos, gula dan garam secukupnya. Membuatnya seperti membuat tumisan pada umumnya. Bawang merah ditusmis hingga harum, masukkan irisan cabai hijau, gula dan garam. Beri sedikit air untuk melarutkan gula dan garam, tapi jangan terlalu banyak karena irisan ondhol bila terendam air bisa hancur. Setelah cabai layu, masukkan irisan ondol dan dicampur hingga rata dan matang. Masakan tumis ondhol cabe hijau siap dihidangkan. Enak dimakan dengan nasi beras atau nasi krekel/leye yang hangat.
Gambar : Gejos setelah digoreng. Enak dicocol sambal selagi hangat
Sementara untuk pembuatan gejos, hampir sama dengan ondhol. Hanya setelah semua bahan tercampur rata, lalu dikukus hingga matang. Biasanya gejos tanpa diberi campuran irisan daun kucai. Kebanyakan polos. Tapi ada juga yang dicampur dengan kedelai hitam yang digoreng dan ditumbuk kasar atau tanpa ditumbuk. Setelah matang, bahan gejos diratakan pada wadah yang rata dan lebar, dibentuk lembaran bulat tipis dengan diameter lebih kurang 20 centimeter dan ketebalan satu centimeter. Agar tidak lengket, permukaannya ditaburi tepung tapioka. Setelah dingin, gejos dipotong-potong memanjang selebar satu centimeter dan panjang lima centimeter menyerong.
Di pasar, gejos potongan biasanya dijual mentah dalam wadah plastik berisi sepuluh potong dengan harga Rp 250,00 (dua ratus lima puluh rupiah). Ada juga yang dijual masih dalam bentuk bulat lembaran belum dipotong-potong dengan harga Rp 600,00 (enam ratus rupiah) per lembarnya.
Memasaknya, gejos cukup digoreng dalam minyak panas dengan api sedang. Awas! Bisa meletus! Jadi saat menggoreng sebaiknya ditutup. Untuk yang masih lembaran, sebaiknya dipotong-potong menurut selera. Setelah matang berwarna kekuningan, diangkat. Gejos siap dikonsumsi begitu saja atau dengan cocolan saus maupun sambal pecel.
Rasanya? Enak sekali kalau masih hangat. Hampir mirip dengan geblek yang dikenal di Wonosobo. Hanya geblek lebih alot, sementara ondhol dan gejos lebih empuk.


Gumiwang, sabtu 7 Mei 2011



KUPAT LANDAN


Gambar . Ketupat landan yang berwarna kemerahan

Hari Jum’at tanggal 29 april 2011 yang lalu diajak jalan-jalan ke Susukan. Tepatnya Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Kecamatan yang terkenal dengan keramiknya. Tujuan utamanya adalah kondangan ke seorang rekan puskesmas yang punya hajat mantu putrinya.
Dari jalan raya Susukan, setelah Puskesmas Susukan 1 belok ke kiri menuju desa Derik kecamatan Susukan. Masuk jalan desa yang aspalnya mulai rusak di sana-sini. Jalan lurus dengan latar belakang di kejauhan adalah pegunungan kapur yang tampak biru. Di kanan kiri adalah sawah yang padinya mulai menghijau. Pohon angsana tumbuh di kanan kiri jalan. Pemandangan yang meyejukkan melewati desa Derik menuju Desa Sirkandi di Klampok.

Saturday, April 30, 2011

CIMPLUNG

         Pernah dengar cimplung? Beda dengan cemplung yang berarti sesuatu yang dimasukkan di dalam benda cair, cimplung adalah makanan yang kukenal setelah sekitar setahun aku tinggal di Kabupaten Banjarnegara. Saat itu seorang rekan kerja di Puskesmas menawarkan untuk membawakannya untukku bila aku mau. Terdorong oleh rasa penasaran, aku langsung mengiyakan tawaran itu. Dasar lagi aku orangnya tidak pilih-pilih makanan, kecuali yang aku memang tidak doyan.
         Keesokan harinya dia benar-benar membawakan aku satu tas kresek cukup besar cimplung. Aku deg-degan, seperti apa makanan yang akan kuhadapi ini. Walaupun sebelumnya aku sudah diberitahu bahwa bahan bakunya adalah singkong, talas dan kelapa muda. Membuatnya pun hanya direbus dengan nira kelapa atau nira aren. Aku membayangkan, makanan ini seperti bajingan yang kukenal, yaitu singkong direbus dengan gula kelapa sampai lunak dan setengah kering kuahnya. Istilahnya masih nyemek, warnanya kecoklatan karena gula merahnya.
         Setelah tas dibuka, ada dua rantang besar yang tertutup di dalamnya. Tak sabar melihat isinya, segera kuambil dan kubuka penutupnya. Seketika bau harum gula menggelitik hidungku. Uap hangat yang menghambur dari dalam rantang membuat terbit seleraku. Tak seperti yang kubayangkan, ternyata cimplung ini warnanya putih bersih. Potongan besar singkong (di sini disebut budin) yang merekah, benar-benar menggoda untuk segera dinikmati. Pada rantang yang satunya lagi, ada daging kelapa muda yang dikerok besar-besar dan potongan-potongan talas yang oleh masyarakat setempat disebut busil.
         Satu gigitan cimplung budin hangat membuatku ketagihan. Mempurnya singkong berpadu dengan rasa manis yang tidak terlalu tajam, benar-benar perpaduan yang pas. Tak terasa dua potong cimplung sudah masuk ke perutku yang memang belum sarapan. Tergoda juga aku untuk mencicipi cimplung busil dan kelapa muda.
Gambar. Cimplung yang dijajakan di bazaar Ramadhan di kantorku.
Camilan yang tak bisa ditemui setiap saat.
         Walaupun membuatnya sangat mudah, cimplung tidak bisa ditemukan setiap saat. Biasanya kau menemukannya saat ada acara-acara khusus baik di desa, kecamatan atau kabupaten. Cimplung harus dipesan dan tidak bisa mendadak. Ini berhubungan dengan nira sebagai bahan perebus harus nira segar yang tidak bisa didapatkan dengan mendadak. Petani gula harus memasang bumbung untuk menampung nira pada sore hari dan mengambilnya pada pagi hari berikutnya. Nira segar ini kemudian disaring dari kotorannya dan direbus. Setelah mendidih, bahan-bahan yang akan dibuat cimplung dimasukkan. Selanjutnya bahan-bahan tersebut direbus dengan api sedang sampai air nira meresap seluruhnya ke dalam bahan cimplungan dan bahan cimplungan matang.

         Saat ini kalau pengen cimplung harus memesannya lebih dahulu, atau bersabar saat ada acara bazaar tahunan yang rutin diadakan oleh Pemkab di alun-alun atau bazaar Ramadhan yang diadakan kantorku. Biasanya cimplung akan ditemukan dan harus berebut dengan penggemar cimplung lainnya.
         Camilan berat yang selalu ngangeni... 


Gumiwang, Senin, 25 April 2011


TUMIS BUNGA PEPAYA


            
Gambar 1. Bunga pepaya



Gambar 2. Tumis bunga pepaya































         Hari Minggu pagi adalah hari yang sangat menyenangkan bagiku. Karena pada hari itu biasanya aku punya kesempatan untuk berjalan-jalan di kebun dan melaksanakan hobi favoritku, berkebun. Seperti biasanya, dengan menggunakan “kostum kebesaran” berupa celana dan baju kaos lengan panjang, sepatu boot karet dan sarung tangan kerja aku mulai membuat rencana apa yang akan aku lakukan pagi ini. Tampaknya tak banyak yang harus dikerjakan, karena liburan dua hari sebelumnya sudah cukup membuat kebunku kembali “layak dilihat”.