Showing posts with label Makan. Show all posts
Showing posts with label Makan. Show all posts

Friday, July 12, 2013

BERBUKA DENGAN PANNA COTA

          Setelah pada hari - hari pertama berbuka dengan menu wajib yaitu kolak, maka pada sore hari ini aku membuat pannacota untuk berbuka. Pannacota untuk berbuka puasa? Kenapa tidak? Pannacota sejatinya adalah dessert (makanan penutup). Tapi karena rasanya yang manis legit serta dingin segar, maka tak ada salahnya untuk berbuka puasa. Dan nyatanya memang cucok! Manis, dingin, lembut di lidah dan kerongkongan....
         Kali ini kita buat sendiri pannacota kita dengan bahan - bahan yang ada di sekitar. Membuatnya simpel, eh... lebih tepatnya susah - susah gampang. Hanya perlu telaten saja. Kita buat yuk!
         Kalau pannacota aslinya dimakan dengan rose syrup dan taburan biji buah pomegranate (halah! Delima gitu loh keekk....), maka resep yang akan kita buat kali ini adalah :

PANNACOTA SAUS STRAWBERRY

Gb. Pannacota saus strawberry

Bahan : 
- 450 ml krim kental
- 650 ml susu cair
- 250 gr gula pasir
- 200 gr white chocolate serut kasar
- 50 gr bubuk gelatin
- 100 ml air dingin
- 1/2 sdt ekstrak vanila

Saus strawberry :
- 250 gr strawberry, cincang kasar
- 250 ml air
- 200 gr gula pasir

Cara membuat :
Pannacota :
- rendam bubuk gelatin dalam air dingin, sisihkan
- panaskan susu, krim kental dan gula pasir dengan api sedang sambil diaduk - aduk hingga gula larut
- matikan api, masukkan gelatin, coklat serut dan ekstrak vanila, aduk sampai larut dan rata
- tuang dalam cetakan/mangkuk puding diameter 8 cm
- dinginkan dalam lemari es sampai beku lebih kurang 4 jam
- keluarkan dari cetakan, hidangkan dengan saus strawberry
Saus strawberry :
- blender 2/3 bagian strawberry dengan air dan gula sampai lembut
- masak di atas api sedang sambil diaduk - aduk hingga mendidih
matikan api, masukkan sisa strawberry cincang dan didihkan kembali, dinginkan

Untuk 8 porsi

Selamat berbuka!!!


Saturday, July 6, 2013

SAVOURY BREAKFAST PUDDING

       Ini merupakan salah satu pudding panas yang sering digunakan untuk sarapan. Sangat praktis membuatnya dan kandungan nutrisinya cukup untuk start pembakaran energi pagi hari. Bisa juga dibawa untuk bekal. Anak - anak sangat suka. Hanya saja, kurang nikmat bila disantap sudah dalam keadaan dingin.

Satu resep untuk 20 buah.

Gb. Savoury Breakfast Pudding

Bahan :
- 12 buah croissant ukuran sedang, potong - potong 2 cm sisihkan
-   5 lembar smoked beef. iris memanjang, sisihkan
- 1/2 butir bawang bombay, iris memanjang, sisihkan
- 1 buah paprika hijau, iris korek api, sisihkan
- 100 gr keju cheddar, parut, sisihkan

Adonan telur :
- 8 butir telur kocok lepas
- 150 ml krim kental (cooking cream)
- 1 sdm garam halus
- 1 sdm pala bubuk
- 1/2 sdm lada bubuk

Cara membuat :
- Adonan telur : campur kocokan telur dengan krim kental, masukkan garam, pala dan lada bubuk,  aduk rata, sisihkan
- atur croissant di dasar loyang aliminium kecil ukuran 10cm
- letakkan di atasnya berturut - turut smoked beef, bawang bombay dan paprika
- siram dengan adonan telur sampai penuh dan taburi keju cheddar di atasnya
- letakkan di atas loyang yang sudah diberi sedikit air
- panggang dengan api bawah selama 45 menit sampai matang, pindah ke api atas 5 menit sampai kecoklatan
- angkat dan sajikan hangat dengan saus sambal

Gb. Dioven di atas loyang yang diberi air (au bain marie)


Selamat mencoba!


Saturday, April 14, 2012

MAKAN SIANG SERIBU LIMA RATUS RUPIAH?

          Hari gini ada makan siang seribu lima ratus rupiah? Kalaupun ada, makan siang makan macam apa? Bagaimana kualitasnya? Dan sebagainya... Gak salah si, kalau ada pertanyaan semacam itu di jaman segala macam harga harus "menyesuaikan", kata yang lebih halus untuk naik alias melambung tinggi. Apalagi bila pertanyaan itu dilontarkan oleh teman - teman di kota. Dalam pikiran mereka, paling nasi kucing.

Gambar. Cukup Rp 1.500,00 saja! 
          Tapi kenyataannya, ada kok. He he he.... tapi jangan mencari di kota ya? 
         Alkhamdulillah, aku harus bersyukur tinggal di Kabupaten alias desa, di mana untuk hal - hal yang bersifat lokal, tentu saja masih sangat terjangkau. Apalagi sebelumnya aku sempat tinggal di kota yang biaya hidup sehari - hari lumayan menguras gaji. 
        Di sini, aku masih bisa makan siang di kantor hanya dengan seribu rupiah atau seribu lima ratus rupiah. Tentu saja jangan bayangkan itu adalah makanan mewah. Tapi dari kualitas (kandungan gizi dan kebersihan) maupun kualitas, lumayan untuk sebuah makan siang. 
         Pilihan pertama yang aku suka untuk makan siang murah meriah ini adalah nasi merah dengan kelengkapannya. Nasi merah? Yup! Di sini masih mudah untuk mendapatkan nasi merah siap santap. Kalau kita mau jalan ke pasar, biasanya dijajakan keliling oleh mbok - mbok bakul tenongan. Kita tinggal bilang saja sesuai keinginan, maka akan dibungkuskan pesanan kita dengan bungkusan daun pisang. (nature!)
          Sebungkus nasi merah dengan urap sayur, ikan asin bisa diperoleh cukup dengan seribu rupiah. Nasi merahnya sekitar 200 gram, dua potong ikan asin, urap sayur dan kering tempe. Cukup kenyang kan? Ditambah lima ratus rupiah bisa mendapatkan lauk tambahan berupa tempe, tahu goreng atau telur dadar. Aku sendiri lebih suka menambahkan kerupuk. He..he..he... (orang jawa)
        Kalau bosan dengan nasi merah, bisa pilih nasi putih, nasi leye atau nasi jagung. Pilihan yang bervariasi, sehingga tidak akan terpaku hanya pada nasi putih saja. Pilihan sayur dan lauk lainnya juga ada, seperti sate telur, baceman dan gorengan lainnya. Pokoknya murah meriah dan bagi yang sedang menjalankan program diit, sepertinya cocok. Tak terlalu banyak dan Insya Allah sehat.
          Walaupun begitu, untuk makan siang sebenarnya aku lebih suka membawa dari rumah. Jelas lebih terjamin kualitasnya. He..he..he..

LUMPIA PISANG COKLAT

          Anak - anak suka lumpia. Biasanya dibuat dengan isi rebung. Tapi lama - lama bosan juga bila isinya hanya itu - itu saja. Di hari libur, biasanya aku banyak waktu untuk membuat camilan ini. Isinya kuganti dengan pisang dan coklat. Ternyata mereka sangat suka. Membuatnya gampang sekali. Dicoba ya...

Gambar. Lumpia Pisang Coklat
Bahan - bahan yang diperlukan :
  • 10 lembar kulit lumpia siap pakai ( kalau mau telaten, membuat sendiri juga mudah kok)
  • 3 buah pisang kepok matang, iris dadu kecil
  • mentega untuk menumis
  • garam secukupnya
  • 2 sendok makan gula pasir
  • meisyes secukupnya
  • bubuk kayu manis secukupnya
  • minyak goreng
Cara membuatnya :
  • lelehkan mentega dalam wajan anti lengket
  • masukkan potongan pisang, gula pasir dan garam, aduk sampai gula leleh dan pisang matang
  • angkat, sisihkan
  • ambil selembar kulit lumpia, taruh 1 sendok makan adonan pisang di atasnya
  • tambahkan 1 sendok makan meisyes, ratakan
  • taburkan kayu manis bubuk di atas adonan pisang dan meisyes
  • bungkus adonan seperti membungkus lumpia
  • goreng dalam minyak sedang sampai berwarna coklat keemasan (matang)
  • angkat, tiriskan si atas kertas minyak
  • hidangkan selagi hangat
  • bila suka, saat menghidangkan bisa ditambahkan coklat masak leleh atau susu kental manis dengan taburan keju cheddar parut...
Hmmmmm......

SERABI TELUR

          Ini sebenarnya serabi biasa yang dibuat dengan tepung beras, hanya dengan menambahkan topping berupa telur ayam diatasnya. Sama seperti serabi bertopping yang banyak kita temukan di kaki lima, tapi kali ini kita akan membuatnya sendiri. Membuatnya sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. Paling enak dimakan pagi hari dengan secangkir kopi atau teh....

Gambar. Serabi telur home made

Bahan - bahan yang dibutuhkan :
  • 250 gram rata tepung beras (usahakan yang baru)
  • 1/2 butir kelapa muda, diparut
  • 450 cc santan dari satu butir kelapa
  • garam secukupnya
  • telur ayam secukupnya (telur ayam kampung atau negeri sesuai selera) dan kalau suka bisa diganti telur bebek (agak amis)
Cara membuatnya :
  • campur tepung beras, kelapa muda dan garam, uleni sampai rata
  •  tuang santan yang sudah dipanaskan sedikit - demi sedikit sambil adonan dipukul - pukul dengan tangan sampai tercampur rata
  • panaskan wajan cetakan serabi (yang terbuat dari tanah) di atas kompor
  • olesi wajan dengan minyak atau mentega
  • tuang 1 sendok sayur adonan ke dalam wajan yang sudah panas
  • tunggu sampai terjadi gelembung - gelembung kecil
  • pecahkan satu butir telur ayam di atas adonan dan tutup wajan, panggang sampai serabi dan telur matang
  • angkat dan hidangkan selagi hangat
Selamat mencoba!


Sunday, May 8, 2011

NASI KREKEL/LEYE


   
Gambar 1. Nasi leye/krekel  
 
Gambar 2. Nasi leye dan pelengkapnya
Sore – sore sehabis shalat ashar, pintu garasi diketuk. Hujan gerimis membuatku agak enggan beringsut dari kamar. Tapi ucapan salam segera membuatku beranjak dan ke garasi untuk membukakan pintu. Ternyata yang momong anakku datang bersama kakaknya untuk mengantar nasi krekel/leye. Dia sedang pamit libur beberapa hari karena uwaknya mantu. Beberapa waktu lalu aku memang pernah rasan – rasan ingin makan nasi krekel.

ONDHOL DAN GEJOS


Apalagi ini? Tentu saja masih seputar makanan yang selama ini aku jumpai hanya di Banjarnegara. Kedua makanan ini hampir mirip. Baik ondhol maupun gejos, keduanya dibuat dari ketela pohon alias singkong alias budin (bahasa setempat). Dan satu persamaan lainnya adalah keduanya sama-sama enak!
Kita bicara tentang ondhol dulu. Seperti yang sudah disebutkan di atas, ondhol dibuat dari singkong. Cara membuatnya, pertama-tama singkong diparut. Agar ondhol yang dibuat bisa renyah, bahan dicampur dengan tepung tapioka. Kemudian dibumbui garam, bawang putih dan ketumbar. Pada beberapa pembuatan, sering dicampur dengan irisan halus daun kucai. Setelah tercampur rata, dibuat bulatan-bulatan (ondhol-ondhol) sebesar kelereng ukuran standar. Langkah selanjutnya digoreng hingga kekuningan. Ondhol enak dimakan hangat.
Di pasar, ondhol dijual dalam bentuk sudah matang, siap dimakan. Dijual dengan menyebut berapa harga yang diinginkan. Biasanya mulai Rp 250,00 (dua ratus limapuluh rupiah) tiap plastiknya. Ada juga yang dijual dengan ditusuk menggunakan tusuk sate. Tiap tusuknya berisi lima sampai sepuluh biji, harganyaRp 100,00 - Rp 200,00 (seratus hingga dua ratus rupiah).
Umumnya ondhol dimakan begitu saja. Paling dicocol dengan saos atau buat teman makan pecel. Tapi, oleh seorang teman di Puskesmas, saya pernah dibawakan masakan ondhol tumis cabai hijau. Penasaran?
Ini dia resepnya. Ondhol secukupnya, diiris tipis-tipis, cabai hijau dipotong serong, bawang merah, bawang putih diiris tipis. Bumbu pelengkap ada salam, laos, gula dan garam secukupnya. Membuatnya seperti membuat tumisan pada umumnya. Bawang merah ditusmis hingga harum, masukkan irisan cabai hijau, gula dan garam. Beri sedikit air untuk melarutkan gula dan garam, tapi jangan terlalu banyak karena irisan ondhol bila terendam air bisa hancur. Setelah cabai layu, masukkan irisan ondol dan dicampur hingga rata dan matang. Masakan tumis ondhol cabe hijau siap dihidangkan. Enak dimakan dengan nasi beras atau nasi krekel/leye yang hangat.
Gambar : Gejos setelah digoreng. Enak dicocol sambal selagi hangat
Sementara untuk pembuatan gejos, hampir sama dengan ondhol. Hanya setelah semua bahan tercampur rata, lalu dikukus hingga matang. Biasanya gejos tanpa diberi campuran irisan daun kucai. Kebanyakan polos. Tapi ada juga yang dicampur dengan kedelai hitam yang digoreng dan ditumbuk kasar atau tanpa ditumbuk. Setelah matang, bahan gejos diratakan pada wadah yang rata dan lebar, dibentuk lembaran bulat tipis dengan diameter lebih kurang 20 centimeter dan ketebalan satu centimeter. Agar tidak lengket, permukaannya ditaburi tepung tapioka. Setelah dingin, gejos dipotong-potong memanjang selebar satu centimeter dan panjang lima centimeter menyerong.
Di pasar, gejos potongan biasanya dijual mentah dalam wadah plastik berisi sepuluh potong dengan harga Rp 250,00 (dua ratus lima puluh rupiah). Ada juga yang dijual masih dalam bentuk bulat lembaran belum dipotong-potong dengan harga Rp 600,00 (enam ratus rupiah) per lembarnya.
Memasaknya, gejos cukup digoreng dalam minyak panas dengan api sedang. Awas! Bisa meletus! Jadi saat menggoreng sebaiknya ditutup. Untuk yang masih lembaran, sebaiknya dipotong-potong menurut selera. Setelah matang berwarna kekuningan, diangkat. Gejos siap dikonsumsi begitu saja atau dengan cocolan saus maupun sambal pecel.
Rasanya? Enak sekali kalau masih hangat. Hampir mirip dengan geblek yang dikenal di Wonosobo. Hanya geblek lebih alot, sementara ondhol dan gejos lebih empuk.


Gumiwang, sabtu 7 Mei 2011



KUPAT LANDAN


Gambar . Ketupat landan yang berwarna kemerahan

Hari Jum’at tanggal 29 april 2011 yang lalu diajak jalan-jalan ke Susukan. Tepatnya Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Kecamatan yang terkenal dengan keramiknya. Tujuan utamanya adalah kondangan ke seorang rekan puskesmas yang punya hajat mantu putrinya.
Dari jalan raya Susukan, setelah Puskesmas Susukan 1 belok ke kiri menuju desa Derik kecamatan Susukan. Masuk jalan desa yang aspalnya mulai rusak di sana-sini. Jalan lurus dengan latar belakang di kejauhan adalah pegunungan kapur yang tampak biru. Di kanan kiri adalah sawah yang padinya mulai menghijau. Pohon angsana tumbuh di kanan kiri jalan. Pemandangan yang meyejukkan melewati desa Derik menuju Desa Sirkandi di Klampok.

Saturday, April 30, 2011

CIMPLUNG

         Pernah dengar cimplung? Beda dengan cemplung yang berarti sesuatu yang dimasukkan di dalam benda cair, cimplung adalah makanan yang kukenal setelah sekitar setahun aku tinggal di Kabupaten Banjarnegara. Saat itu seorang rekan kerja di Puskesmas menawarkan untuk membawakannya untukku bila aku mau. Terdorong oleh rasa penasaran, aku langsung mengiyakan tawaran itu. Dasar lagi aku orangnya tidak pilih-pilih makanan, kecuali yang aku memang tidak doyan.
         Keesokan harinya dia benar-benar membawakan aku satu tas kresek cukup besar cimplung. Aku deg-degan, seperti apa makanan yang akan kuhadapi ini. Walaupun sebelumnya aku sudah diberitahu bahwa bahan bakunya adalah singkong, talas dan kelapa muda. Membuatnya pun hanya direbus dengan nira kelapa atau nira aren. Aku membayangkan, makanan ini seperti bajingan yang kukenal, yaitu singkong direbus dengan gula kelapa sampai lunak dan setengah kering kuahnya. Istilahnya masih nyemek, warnanya kecoklatan karena gula merahnya.
         Setelah tas dibuka, ada dua rantang besar yang tertutup di dalamnya. Tak sabar melihat isinya, segera kuambil dan kubuka penutupnya. Seketika bau harum gula menggelitik hidungku. Uap hangat yang menghambur dari dalam rantang membuat terbit seleraku. Tak seperti yang kubayangkan, ternyata cimplung ini warnanya putih bersih. Potongan besar singkong (di sini disebut budin) yang merekah, benar-benar menggoda untuk segera dinikmati. Pada rantang yang satunya lagi, ada daging kelapa muda yang dikerok besar-besar dan potongan-potongan talas yang oleh masyarakat setempat disebut busil.
         Satu gigitan cimplung budin hangat membuatku ketagihan. Mempurnya singkong berpadu dengan rasa manis yang tidak terlalu tajam, benar-benar perpaduan yang pas. Tak terasa dua potong cimplung sudah masuk ke perutku yang memang belum sarapan. Tergoda juga aku untuk mencicipi cimplung busil dan kelapa muda.
Gambar. Cimplung yang dijajakan di bazaar Ramadhan di kantorku.
Camilan yang tak bisa ditemui setiap saat.
         Walaupun membuatnya sangat mudah, cimplung tidak bisa ditemukan setiap saat. Biasanya kau menemukannya saat ada acara-acara khusus baik di desa, kecamatan atau kabupaten. Cimplung harus dipesan dan tidak bisa mendadak. Ini berhubungan dengan nira sebagai bahan perebus harus nira segar yang tidak bisa didapatkan dengan mendadak. Petani gula harus memasang bumbung untuk menampung nira pada sore hari dan mengambilnya pada pagi hari berikutnya. Nira segar ini kemudian disaring dari kotorannya dan direbus. Setelah mendidih, bahan-bahan yang akan dibuat cimplung dimasukkan. Selanjutnya bahan-bahan tersebut direbus dengan api sedang sampai air nira meresap seluruhnya ke dalam bahan cimplungan dan bahan cimplungan matang.

         Saat ini kalau pengen cimplung harus memesannya lebih dahulu, atau bersabar saat ada acara bazaar tahunan yang rutin diadakan oleh Pemkab di alun-alun atau bazaar Ramadhan yang diadakan kantorku. Biasanya cimplung akan ditemukan dan harus berebut dengan penggemar cimplung lainnya.
         Camilan berat yang selalu ngangeni... 


Gumiwang, Senin, 25 April 2011


TUMIS BUNGA PEPAYA


            
Gambar 1. Bunga pepaya



Gambar 2. Tumis bunga pepaya































         Hari Minggu pagi adalah hari yang sangat menyenangkan bagiku. Karena pada hari itu biasanya aku punya kesempatan untuk berjalan-jalan di kebun dan melaksanakan hobi favoritku, berkebun. Seperti biasanya, dengan menggunakan “kostum kebesaran” berupa celana dan baju kaos lengan panjang, sepatu boot karet dan sarung tangan kerja aku mulai membuat rencana apa yang akan aku lakukan pagi ini. Tampaknya tak banyak yang harus dikerjakan, karena liburan dua hari sebelumnya sudah cukup membuat kebunku kembali “layak dilihat”.