Tuesday, February 28, 2012

NAIK KERETA API EKSEKUTIF BIMA PURWOKERTO - GAMBIR

Dapat tugas dinas luar ke Jakarta selama empat hari, Selasa sampai Jum’at. Dari Banjarnegara, sepertinya lebih nyaman naik kereta api. Kalau naik pesawat, harus ke Jogjakarta atau Semarang terlebih dulu dan itu paling tidak empat jam perjalanan.
Setelah cari – cari informasi, akhirnya dapat juga tiket Kereta Api kelas eksekutif Bima seharga Rp 235.000,00. Lumayan juga untuk harga tiket Kereta Api. Kereta dijadualkan berangkat hari Selasa, 28 Pebruari 2012 pukul 00.40 pagi dan berhenti di stasiun Gambir. Di tiket pesawat tertera nomor gerbong 4 dengan nomor kursi 6D. Memang, sekarang Kereta Api memberlakukan satu bangku satu penumpang, sehingga diharapkan lebih nyaman.
Aku membeli tiket di loket pemesanan di stasiun dengan menunjukkan kartu identitas. Seorang wanita yang melayani memberikan informasi bahwa aku tidak harus datang ke stasiun untuk membeli tiket. Tiket bisa diperoleh secara online atau melalui agen (di Banjarnegara bisa diperoleh di Kantor Pos) dengan harga sama dengan kalau kita beli di stasiun. Ah, makin mudah saja pelayanan untuk calon penumpang. Akhirnya aku putuskan untuk membeli tiket berangkat saja dan pulangnya (karena belum ada kepastian tanggal) akan aku beli di Kantor Pos.
Pada hari keberangkatan, sebelum pukul 23.00 wib aku sudah siap di stasiun. Lebih baik menunggu daripada terburu – buru, begitu pertimbanganku. Sambil terkantuk – kantuk, anak – anak ikut mengantar karena tidak mau ditinggal. Pukul 23.30 wib mendapat informasi dari Polsus KA bahwa kereta diperkirakan terlambat lebih dari satu jam. Hah?! Terlambat? Ternyata karena ada gerbong kereta yang anjlog do stasiun Balapan, Solo. Ah, semoga lekas diatasi dan perjalanan selanjutnya lancar. Jangan kebiasaan delay ya? Aamiin…
Akhirnya, aku diantar rombongan kecilku menunggu di ruang tunggu penumpang umum. Sengaja aku tidak menunggu di ruang tunggu eksekutif karena anak – anak ingin melihat kereta. Aku sendiri ingin melihat – lihat suasana stasiun. Kami duduk – duduk di bangku tunggu empat seat yang terbuat dari stainless steel , bukan bangku panjang dari kayu yang sering tergambar di benakku mengenai ruang tunggu stasiun. Lantai ruang tunggu yang dikeramik kombinasi warna krem dan coklat terrakota juga terlihat bersih. Tak ada sampah berserakan yang dulu sering kulihat saat kecil bila akan ke Jakarta bersama orang tuaku. Banyak tong sampah yang tertutup disediakan di sekitar stasiun. Beberapa orang cleaning service juga tak henti untuk membersihkan lantai atau bangku yang terlihat kotor. Fasilitas kamar kecil juga disediakan, gratis. Cukup bersih dengan air mengalir yang melimpah.
Yang tak kalah menarik adalah pemandangan pedagang asongan di dalam stasiun. Mereka berseragam berwarna biru tua dengan dagangan yang dikemas dan tertata rapi. Cara menera menjajakan juga tidak membuat gerah calon pembeli. Mereka tidak menawarkan dengan memasuki dari gerbong ke gerbong, tapi hanya menawarkan dari pintu gerbong. Penumpang yang membutuhkan akan menuju pintu gerbong, menghampiri. Sehingga suasana di dalam gerbong tetap nyaman.
Memperhatikan perubahan yang sangat nyata terhadap pelayanan stasiun kereta api, tak terasa kalau waktu sudah beranjak lebih dari satu jam. Beberpa kereta silih berganti datang dan pergi. Penumpang pun turun naik. Pukul 01.55 wib, kereta yang akan kunaiki datang. Kereta tidak berhenti lama, hanya sekitar lima menitan. Pukul 02.00 wib kereta mulai berjalan perlahan dan akhirnya meninggalkan stasiun Purwokerto menuju Jakarta.
Di dalam kereta, tempat duduk yang dapat distel terasa sangat nyaman. Seluruh tempat duduk hampir penuh. Air conditionernya tidak terlalu dingin sehingga aku tidak membutuhkan selimut untuk dapat tidur dengan nyaman. Tapi mataku tak mau terpejam. Entah karena terlalu excited dengan layanan Kereta Api sekarang atau karena hal lain, yang jelas aku hanya memandang kosong pada langit gelap dari balik jendela yang tirainya setengah terbuka.
Pukul 05.55 wib, Kereta Api berhenti di Stasiun Dawuan. Stasiun kecil setelah Cirebon. Di sini kereta berhenti cukup lama, hampir lima belas menit. Beberapa penumpang kulihat menunaikan shalat subuh di bangkunya masing – masing. Kugunakan kesempatan ini umtuk ke kamar kecil. Sambil menunggu antrian, di dekat resto kulihat beberapa bapak – bapak berkumpul sambil bercakap – cakap ramai. Rupanya itu smoking area.
Beberapa crew kereta menawarkan sarapan pagi. Aku yang terbiasa sarapan, akhirnya memilih nasi goreng dan segelas kopi susu. Sayang, pelayanan yang nyaman agak terganggu dengan menu yang kurasakan kurang cocok. Nasgornya terlalu asin dan kopi susunya encer. Kopinya kopi bubuk yang berampas. Untuk sepiring nasi goreng dengan lauk telur dadar dan sepotong daging giling goreng, serta segelas kopi susu, aku harus merogoh kocek sebesar tiga puluh ribu rupiah. Ah, mahal! He he he… Tapi lumayan, daripada nanti perut bermasalah.
Kereta melanjutkan perjalanan dan pukul 07.05 wib sampai di Stasiun Jatinegara. Kereta berhenti untuk menurunkan penumpang. Tidak lama karena penumpang yang turun di sini juga tidak banyak. Setelah berjalan beberapa saat, pukul 07.26 wib, sampailah kereta di stasiun terakhir, Gambir.
Di Stasiun yang terkenal ini aku turun dan keluar melalui pintu utara. Setelah bertanya tempat pemesanan taksi pada petugas jaga stasiun (entah, petugas apa ya, seragamnya biru tua), aku memesan taksi Blue Bird sesuai rekomendasi seorang teman. Aku memang agak ragu dengan sembarang taksi, sehingga agak cukup lama aku menunggu di peron stasiun sebelum memutuskan memesan taksi. Di tempat pemesanan, aku dikenai biaya taxi service  sebesar lima ribu rupiah. Tak apalah, yang penting aman, mengingat aku sendirian.
Blue Bird memang taksi resmi di stasiun gambir selain Taxiku dan Putra Taxi (info dari pengemudi taksi) yang berwarna kuning. Blue Bird sendiri berwarna biru. Pengemudinya cukup ramah dan identitasnya, juga identitas kendaraannya jelas. Biaya taksi dengan menggunakan argo, tidak perlu tawar – menawar (ini yang aku hindari!). Alkhamdulillah, pukul 08.15 wib aku sampai di Hotel Ibis Slipi di Jl. Letjen. S. Parman dengan selamat. Argo taksi menunjukkan pada angka 27500.  Sementara bila order by phone, untuk taksi reguler Blue Bird dikenai minimum charge sebesar tigapuluh ribu rupiah. Tigapuluh ribu rupiah tidaklah mahal untuk sebuah kenyamanan dan rasa aman. Untuk pembatalan dikenai fee sepuluh ribu rupiah. Semua tertulis dengan jelas pada stiker – stiker yang ditempel di dalam taksi. Sebuah standar pelayanan terhadap pelanggan yang transparan.
Secara umum, aku cukup puas dengan pelayanan kereta api yang kualami dalam perjalanan kali ini. Semoga ke depannya semakin baik.

Thursday, November 3, 2011

DAHSYATNYA PELUKAN


Gb. My beloved daughter, Hanna
     Seperti biasa paling lambat pukul 06.30 wib aku mengantar anak perempuanku berangkat sekolah. Saat ini dia duduk di kelas lima sekolah dasar. Sengaja aku masukkan dia di sekolah dasar berbasis agama Islam dan bukan sekolah negeri. Semata – mata karena kekhawatiranku tak mampu memberikan pendidikan akhlak sebagai muslim yang memadai, mengingat kesibukanku bekerja kantoran. Dan aku tidak mau hal itu akan menjadi penyesalanku seumur hidup kelak. (Allah, bantulah aku, Amiin)
       Dan seperti yang beberapa kali terjadi, pagi ini pun dia berangkat sekolah sambil bersungut – sungut. Entah karena bertengkar dengan adiknya atau bersitegang dengan ayahnya. Dan seperti biasanya pula aku selalu berusaha untuk tidak terpengaruh dalam suasana yang tidak menyenangkan dan tetap berusaha untuk bersikap wajar seolah – olah semua baik – baik saja. Sambil tersenyum aku bertanya tentang kegiatannya di sekolah, les matematika atau bahasa Inggrisnya. Atau les renang yang merupakan kegiatan favoritnya. Walaupun dia menjawab sambil cemberut, aku tetap berusaha tetap tenang. Ah, mungkin dulu aku juga begitu pada ibuku. (Allah, maafkan aku dan kasihi ibuku)
      Walaupun sepanjang perjalanan lebih banyak diam, aku mencoba membiarkan dia,  memberi waktu untuk melepaskan kekesalannya. Kubiarkan dia menyetel musik kesayangannya di tape mobil yang sepertinya sudah minta diganti. Kubiarkan dia memainkan tombol rewind atau forward berulang – ulang, walaupun sebenarnya telingaku jengah. Biarlah, dia perlu pelampiasan. Tugasku hanya mengawasi saja agar tidak lepas kendali.
       Sampai di sekolah pukul 07.00 wib. Masih belum banyak anak datang. Seperti biasanya, setelah mencium tanganku, kupeluk dia dan kucium pipinya kiri kanan. Kadang bila sedang marah dia menolak, tapi seperti hari lainnya, takkan kubiarkan dia keluar dari mobil tanpa aku memeluk dan menciumnya terlebih dahulu. Termasuk pagi ini.
        Aku pernah membaca, bahwa pelukan akan berefek positif untuk kehidupan seseorang. Sehingga, sesibuk apapun aku selalu menyempatkan untuk memeluk dan mencium anak – anakku. Yang tidak boleh terlewat adalah pagi hari dan menjelang mereka tidur. Dan yang selalu terjadi, dia akan keluar dari mobil dengan senyum dan wajah lega. Dan aku bisa berangkat ke kantor dengan tenang.
     Pagi ini, setelah kupeluk dan kucium, dia tersenyum dan keluar dari mobil sambil mengucapkan salam. Sekilas kudengar dia menyapa seseorang. Kupikir teman sekelasnya seperti biasa. Ternyata bukan. Dia menyapa seorang murid TK (Taman Kanak – kanak) yang duduk bertopang dagu di pintu kelasnya. Aku tahu dia anak TK dari seragamnya. Wajahnya terlihat murung. Aku yang biasanya langsung memutar kendaraan, seketika menginjak rem, karena aku penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya. Tidak hanya menyapa, anakku menghampiri anak perempuan kecil berusia sekitar lima tahun yang sendirian itu. Dari balik kaca jendela mobil kulihat dia jongkok di depan anak itu dan mengatakan sesuatu. Entah apa, aku tak mendengarnya karena jendela tertutup rapat. Anak perempuan kecil itu masih murung dan hanya menatap anakku, kosong.
        Anakku kemudian membuka tasnya. Dikeluarkannya dua bungkusan kue bekalnya hari itu. Diberikannya kepada anak kecil itu sambil mengatakan sesuatu. Lagi – lagi aku tak mendengarnya. Aku hanya melihat anak kecil itu tersenyum ke arah anakku. Anakku kemudian bangkit berdiri dan berjalan menuju kelasnya setelah sebelumnya mengelus pipi anak kecil itu sambil tersenyum. Anak kecil itupun membalas dengan senyum lebar dan mata kanak – kanaknya tak bisa berbohong bahwa keceriaan dan kegembiraannya telah kembali. Bukan kue yang membuatnya gembira, tapi entah, mungkin apa yang dikatakan atau dilakukan anakku. Mungkin sedikit perhatian yang membuatnya begitu gembira, karena dia terus tersenyum pada anakku yang beringsut meninggalkannya dan tak begitu memperhatikan dua bungkus kue yang erat digenggamnya.  
        Adegan itu mungkin tak lebih dari tiga menit. Tapi membuatku tersentak. Dadaku terasa sesak dan mataku berkaca – kaca. Sebelum air mataku tumpah, aku segera memutar mobil menuju ke kantor. Allah, terimakasih untuk hal besar yang kau perlihatkan padaku pagi ini. Aku tahu, bahwa hanya orang bahagia yang mampu memberikan kegembiraan dan keceriaan pada orang lain. Dan anakku melakukannya! Allah, semoga kau limpahkan kebahagiaan ini terus padaku, anak –anakku dan keluarga kami. Karena hanya orang bahagia yang mampu berbagi. Dan itu terjadi tak lebih dari lima menit sejak aku memeluk dan menciumnya setelah sebelumnya anakku cemberut karena kesal. Dahsyatnya efek pelukan dan ciuman mampu merubah suasana hati seseroang hanya dalam hitungan detik.
      Allah, terimakasih. Dan ijinkan aku untuk berkesempatan memeluk dan mencium anakku setiap hari. Maafkan aku bila selama ini ada kelalaian dariku atas amanah dan karunia yang Kau titipkan padaku. Dan jadikan kami termasuk dalam golongan hamba - hambaMU yang shalih dan menjadi pribadi yang bermanfaat. Amiin. Terimakasih, Allah. Terimakasih, Nak. Mulai hari ini, takkan kulewatkan satu haripun tanpa memeluk dan mencium anak –anakku.


Banjarnegara, 4 November 2011

Sunday, October 16, 2011

MINUMAN COKLAT


Menghadapi musim hujan yang mulai datang, nggak ada salahnya mulai membuka – buka kembali resep minuman yang bisa menghangatkan badan. Minuman coklat hangat adalah pilihan utama.
Berikut ini adalah minuman favorit yang sangat nikmat bila dihidangkan saat udara dingin.
Coklatnya memberi perasaan senang. Krimnya menenangkan. Sedangkan tambahan rempahnya membuat badan menjadi hangat dan Insya Allah lebih bugar. Tambahan buah akan menambah serat dan rasa kenyang. Boleh juga dicampur kopi untuk teman bergadang… Boleh dicoba….



COKLAT PANAS BEREMPAH
Bahan :
-       600 ml susu cair tanpa rasa
-       20 gram coklat bubuk
-       30 gram dark cooking chocholate
-       4 gram gula pasir
-       3 cm jahe, kupas, bakar, memarkan
-       1 batang kayu manis
-       6 butir cengkeh
-       ½ sdk teh adas manis
-       ½ sdk teh maizena, cairkan dg 2 sdm iar
-       20 gram coklat meisis
-       whipped cream

Cara mmbuatnya :
-       campur coklat bubuk, coklat masak, gula pasir dan susu cair. Masak di atas api sedang sambil diaduk
-       masukkan jahe, kayu manis, cengkih, adas manis. Masak sampai mendidih
-       masukkan cairan maizena, aduk sampai agak sedikit mengental. Angkat lalu saring
-       sajikan coklat panas dengan diberi float dengan whipped cream dan taburi coklat meises
-       untuk 3 porsi



HOT MILK CHOCHOLATE WITH FLOAT

Bahan :
-       100 ml susu cair tanpa rasa
-       1 sdm gula pasir
-       50 gram dark cooking chocholate
-       100 ml air mendidih
-       whipped cream
-       permen coklat

Cara membuat :
-       masak susu, gula pasir, coklat masak dan air sampai mendidih
-       setelah mendidih dan agak mengental, angkat
-       tuang dalam gelas, sajikan dengan whipped cream dan hiasan permen coklat
-       untuk 1 porsi



HOT WHITE CHOCO FRUITS

Bahan :
-       200 ml susu cair tanpa rasa
-       50 gram white cooking chocolate, potong- potong
-       1 batang kayu manis
-       2 sdm buah kalengan
-       2 sdm krim kental
-       1 sdm gula pasir
-       whipped cream
-       buah kalengan untuk hiasan

Cara membuat :
-       campur susu, coklat putih, krim kental dan gula pasir. Masak hingga mendidih. Jika sudah mendidih, matikan api
-       masukkan buah kalengan dan aduk rata
-       tuang dalam gelas, sajikan dengan whipped cream dan taburi buah kalengan
-       untuk 1 porsi



CHOCOLATE COFFEE FLOAT
Bahan :
-       400 ml air
-       25 ml susu kental manis
-       3 sdt kopi instan
-       1 sdm gula pasir
-       5 cm jahe, bakar, kupas, memarkan
-       whipped cream
-       50 gram dark cooking chocolate, tim sampai lumer

Cara membuat :
-       rebus air bersama gula pasir sampai mendidih
-       matikan api, masukkan susu kental manis dan kopi, aduk rata
-       tuang dalam gelas. Sajikan dengan whipped cream dan taburan coklat leleh
-       untuk 2 porsi

Thursday, May 26, 2011

MEMBANTU ANAK MENGELOLA UANG


          Seorang anak tidak otomatis mengetahui bahwa menabung itu bermanfaat dan uang perlu dikelola dengan benar. Anak akan mengetahuinya dari pengalaman dan pembelajaran. Anak juga tidak otomatis mengenal nilai uang. Anak akan mengamati bahwa uang akan diserahkan sebagai penukar untuk biskuit, permen dan barang lainnya. Untuk itu, memperkenalkan nilai uang dan mengajarkan cara mengelolanya sangatlah penting. Keluarga, khususnya orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini.

Thursday, May 19, 2011

ANAK SULIT MAKAN?

Hal paling sering dikeluhkan oleh orang tua yang memiliki anak balita adalah bahwa anaknya sulit makan. Bila sudah begitu, orang tua biasanya panik mencari beraneka multivitamin atau suplemen yang dipercaya dapat meningkatkan selera makan anak. Tapi alih-alih anak makannya jadi lahap, anak malah kelebihan vitamin yang justru malah tidak baik bagi tubuhnya.

GIGI KITA DAN PERAWATANNYA

        Gigi adalah bagian yang keras yang tampak di rongga mulut pada kebanyakan binatang bertulang belakang (vertebra). Gigi merupakan organ pencernaan yang penting, sehingga perlu dirawat.

Sunday, May 8, 2011

IJINKAN AKU MENDEKAT PADAMU


Dalam setiap kegelapan pikirku, ENGKAU adalah cahaya
Walaupun kadang samar, namun aku yakin ENGKAU pasti
Akan selalu hadir di sini, mendekap diriku dalam cinta
Nyalakan pelita,terangi jalan yang KAU pilihkan untuk kulewati

NASI KREKEL/LEYE


   
Gambar 1. Nasi leye/krekel  
 
Gambar 2. Nasi leye dan pelengkapnya
Sore – sore sehabis shalat ashar, pintu garasi diketuk. Hujan gerimis membuatku agak enggan beringsut dari kamar. Tapi ucapan salam segera membuatku beranjak dan ke garasi untuk membukakan pintu. Ternyata yang momong anakku datang bersama kakaknya untuk mengantar nasi krekel/leye. Dia sedang pamit libur beberapa hari karena uwaknya mantu. Beberapa waktu lalu aku memang pernah rasan – rasan ingin makan nasi krekel.

ONDHOL DAN GEJOS


Apalagi ini? Tentu saja masih seputar makanan yang selama ini aku jumpai hanya di Banjarnegara. Kedua makanan ini hampir mirip. Baik ondhol maupun gejos, keduanya dibuat dari ketela pohon alias singkong alias budin (bahasa setempat). Dan satu persamaan lainnya adalah keduanya sama-sama enak!
Kita bicara tentang ondhol dulu. Seperti yang sudah disebutkan di atas, ondhol dibuat dari singkong. Cara membuatnya, pertama-tama singkong diparut. Agar ondhol yang dibuat bisa renyah, bahan dicampur dengan tepung tapioka. Kemudian dibumbui garam, bawang putih dan ketumbar. Pada beberapa pembuatan, sering dicampur dengan irisan halus daun kucai. Setelah tercampur rata, dibuat bulatan-bulatan (ondhol-ondhol) sebesar kelereng ukuran standar. Langkah selanjutnya digoreng hingga kekuningan. Ondhol enak dimakan hangat.
Di pasar, ondhol dijual dalam bentuk sudah matang, siap dimakan. Dijual dengan menyebut berapa harga yang diinginkan. Biasanya mulai Rp 250,00 (dua ratus limapuluh rupiah) tiap plastiknya. Ada juga yang dijual dengan ditusuk menggunakan tusuk sate. Tiap tusuknya berisi lima sampai sepuluh biji, harganyaRp 100,00 - Rp 200,00 (seratus hingga dua ratus rupiah).
Umumnya ondhol dimakan begitu saja. Paling dicocol dengan saos atau buat teman makan pecel. Tapi, oleh seorang teman di Puskesmas, saya pernah dibawakan masakan ondhol tumis cabai hijau. Penasaran?
Ini dia resepnya. Ondhol secukupnya, diiris tipis-tipis, cabai hijau dipotong serong, bawang merah, bawang putih diiris tipis. Bumbu pelengkap ada salam, laos, gula dan garam secukupnya. Membuatnya seperti membuat tumisan pada umumnya. Bawang merah ditusmis hingga harum, masukkan irisan cabai hijau, gula dan garam. Beri sedikit air untuk melarutkan gula dan garam, tapi jangan terlalu banyak karena irisan ondhol bila terendam air bisa hancur. Setelah cabai layu, masukkan irisan ondol dan dicampur hingga rata dan matang. Masakan tumis ondhol cabe hijau siap dihidangkan. Enak dimakan dengan nasi beras atau nasi krekel/leye yang hangat.
Gambar : Gejos setelah digoreng. Enak dicocol sambal selagi hangat
Sementara untuk pembuatan gejos, hampir sama dengan ondhol. Hanya setelah semua bahan tercampur rata, lalu dikukus hingga matang. Biasanya gejos tanpa diberi campuran irisan daun kucai. Kebanyakan polos. Tapi ada juga yang dicampur dengan kedelai hitam yang digoreng dan ditumbuk kasar atau tanpa ditumbuk. Setelah matang, bahan gejos diratakan pada wadah yang rata dan lebar, dibentuk lembaran bulat tipis dengan diameter lebih kurang 20 centimeter dan ketebalan satu centimeter. Agar tidak lengket, permukaannya ditaburi tepung tapioka. Setelah dingin, gejos dipotong-potong memanjang selebar satu centimeter dan panjang lima centimeter menyerong.
Di pasar, gejos potongan biasanya dijual mentah dalam wadah plastik berisi sepuluh potong dengan harga Rp 250,00 (dua ratus lima puluh rupiah). Ada juga yang dijual masih dalam bentuk bulat lembaran belum dipotong-potong dengan harga Rp 600,00 (enam ratus rupiah) per lembarnya.
Memasaknya, gejos cukup digoreng dalam minyak panas dengan api sedang. Awas! Bisa meletus! Jadi saat menggoreng sebaiknya ditutup. Untuk yang masih lembaran, sebaiknya dipotong-potong menurut selera. Setelah matang berwarna kekuningan, diangkat. Gejos siap dikonsumsi begitu saja atau dengan cocolan saus maupun sambal pecel.
Rasanya? Enak sekali kalau masih hangat. Hampir mirip dengan geblek yang dikenal di Wonosobo. Hanya geblek lebih alot, sementara ondhol dan gejos lebih empuk.


Gumiwang, sabtu 7 Mei 2011



KUPAT LANDAN


Gambar . Ketupat landan yang berwarna kemerahan

Hari Jum’at tanggal 29 april 2011 yang lalu diajak jalan-jalan ke Susukan. Tepatnya Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Kecamatan yang terkenal dengan keramiknya. Tujuan utamanya adalah kondangan ke seorang rekan puskesmas yang punya hajat mantu putrinya.
Dari jalan raya Susukan, setelah Puskesmas Susukan 1 belok ke kiri menuju desa Derik kecamatan Susukan. Masuk jalan desa yang aspalnya mulai rusak di sana-sini. Jalan lurus dengan latar belakang di kejauhan adalah pegunungan kapur yang tampak biru. Di kanan kiri adalah sawah yang padinya mulai menghijau. Pohon angsana tumbuh di kanan kiri jalan. Pemandangan yang meyejukkan melewati desa Derik menuju Desa Sirkandi di Klampok.